<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banyak ilmu, Internet, Gaya hidup, Gadget, Info</title>
	<atom:link href="http://www.banyakilmu.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.banyakilmu.com</link>
	<description>Banyak ilmu dot com berisi tentang : Bahasa Indonesia, Berita, Download, Gadget, Info, Internet, Kesehatan, Komputer, Tutorial Blog, dan wordpress</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 07:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Hakim Menangis Saat Memfonis Nenek</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/hakim-menangis-saat-memfonis-nenek/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/hakim-menangis-saat-memfonis-nenek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 07:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[jaksa]]></category>
		<category><![CDATA[nenek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[Tak sengja, pas keliling dunia maya ehehehehehe, ketemu berita kayak gini, jd prihatin, semoga bermanfaat bagi yang membacanya&#8230;. Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,&#8230;. namun manajer PT A**** K**** ( B**** grup) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak sengja, pas keliling dunia maya ehehehehehe, ketemu berita kayak gini, jd prihatin, semoga bermanfaat bagi yang membacanya&#8230;.</p>
<div id="attachment_1086" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/Nenek.jpg"><img class="size-full wp-image-1086" title="Nenek" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/Nenek.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Nenek Kena Vonis Hakim</p></div>
<blockquote><p>Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,&#8230;. namun manajer PT A**** K**** ( B**** grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus diluar tuntutan <strong>jaksa</strong> PU, &#8220;maafkan saya&#8221;, katanya sambil memandang nenek itu,. &#8220;saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus msk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan <strong>jaksa</strong> PU&#8221;. <strong>Nene</strong>k itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara <strong>haki</strong>m Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil &amp; memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.</p>
<p>&#8220;Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.&#8221; Sampai palu diketuk dan <strong>hakim</strong> marzuki meninggaikan ruang sidang,nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu karena telah menuntutnya.</p>
<p>Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh <strong>hakim</strong> Marzuki yg berhati mulia. silahkan di Bagikan/share kepada teman2 anda..</p>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/hakim-menangis-saat-memfonis-nenek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Style Motor Guila Deh</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/free-style-motor-guila-deh/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/free-style-motor-guila-deh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Free Style]]></category>
		<category><![CDATA[Free Style Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[Iseng-iseng liat liat youtube eh liat video bagus, sepertinya orang indonesa dilihat dari plat motornya, keren banget dah free style nya, bisa nengok-nengok ke belakan orangnya. cobadeh cek video berikut ini. menarik bukan, jangan coba-coba kalau lum tau tehnik dasar free style motor&#8230;&#8230;&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iseng-iseng liat liat youtube eh liat video bagus, sepertinya orang indonesa dilihat dari plat motornya, keren banget dah free style nya, bisa nengok-nengok ke belakan orangnya. cobadeh cek video berikut ini.<br />
<object style="height: 390px; width: 500px;" width="500" height="360" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/0sj_Jq5RsY8?version=3&amp;feature=player_detailpage" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed style="height: 390px; width: 500px;" width="500" height="360" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/0sj_Jq5RsY8?version=3&amp;feature=player_detailpage" allowFullScreen="true" allowScriptAccess="always" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" /></object></p>
<p>menarik bukan, jangan coba-coba kalau lum tau tehnik dasar <a href="http://www.banyakilmu.com/free-style-motor-guila-deh/">free style motor</a>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<div id="attachment_1080" class="wp-caption aligncenter" style="width: 419px"><a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/free-style.jpg"><img class="size-full wp-image-1080" title="free style" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/free-style.jpg" alt="" width="409" height="282" /></a><p class="wp-caption-text">free style</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/free-style-motor-guila-deh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Adsense Pada Blogspot Dengan Tampilan Baru</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/daftar-adsense-pada-blogspot-dengan-tampilan-baru/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/daftar-adsense-pada-blogspot-dengan-tampilan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 00:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[adsense pada blogspot]]></category>
		<category><![CDATA[daftar GA di blogspot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1067</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pengguna blogspot yang belum mengetahui atau sedang mencari-cari cara mendafter Adsense pada blogspot dengan tampilan baru ada di sebelah manakah tombol itu? Iya saya juga bingung tombolnya di sebelah mana kok ga kelihatan seperti di blogspot lawas, setelah lama mencari akhirnya ketemu juga. Berikut ini adalah cara daftar adsense pada blogspot dengan tampilan baru. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pengguna <strong><a href="http://www.banyakilmu.com/cara-menghapus-akun-blogspot/">blogspot</a></strong> yang belum mengetahui atau sedang mencari-cari cara <strong>mendafter <a href="http://www.banyakilmu.com/daftar-adsense-pada-blogspot-dengan-tampilan-baru/">Adsense pada blogspot</a> dengan tampilan baru</strong> ada di sebelah manakah tombol itu? Iya saya juga bingung tombolnya di sebelah mana kok ga kelihatan seperti di <strong><a href="http://www.banyakilmu.com/cara-menghapus-akun-blogspot/">blogspot</a></strong> lawas, setelah lama mencari akhirnya ketemu juga. Berikut ini adalah cara daftar <strong>adsense</strong> pada <a href="http://www.banyakilmu.com/cara-menghapus-akun-blogspot/">blogspot</a> dengan tampilan baru.</p>
<p>Masuk saja ke admin <a href="http://www.banyakilmu.com/cara-menghapus-akun-blogspot/">blogspot</a> kamu dan lihat di bagian atas adress bar akan muncul</p>
<a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/menetize.jpg"><img class="size-full wp-image-1068" title="adsense blogspot" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/menetize.jpg" alt="" width="524" height="44" /></a>
<p>Nah catat nomor ID blog kamu, setelah dicatat ketik &#8220;http://www.blogger.com/monetize.g?blogID=Nomer blog kamu tulis disini&#8221; akan tampil tampilan seperti ini setelah di enter.</p>
<a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/menetize-2.jpg"><img class="size-full wp-image-1069" title="Google adsense blogspot" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/menetize-2.jpg" alt="" width="466" height="222" /></a>
<p>sampai disini silahkan mendaftar adsense dan selamat berjuang. Sekian tentang cara<strong> Daftar <a href="http://www.banyakilmu.com/daftar-adsense-pada-blogspot-dengan-tampilan-baru/">Adsense Pada Blogspot</a> Dengan Tampilan Baru</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/daftar-adsense-pada-blogspot-dengan-tampilan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Daftar Alexa Terkini</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 14:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial Blog]]></category>
		<category><![CDATA[alexa]]></category>
		<category><![CDATA[daftar]]></category>
		<category><![CDATA[terkini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1042</guid>
		<description><![CDATA[Alexa, apakah itu?  Alexa adalah suatu  alat&#8221;robot&#8221; untuk mengetahui perkembangan suatu website atau blog. Dari Alexa kita dapat memonitor beberapa menu yang berhubungan dengan blog kita, Alexa sendiri ada tiga macam dan salah satunya untuk yang gratisan. nah berikut ini akan saya berikan tutorial daftar alxe terkini. Masuk ke sini Alexa.com pilih site tools terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/">Alexa</a></strong>, apakah itu?  <a href="http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/">Alexa</a> adalah suatu  alat&#8221;robot&#8221; untuk mengetahui perkembangan suatu website atau blog. Dari <a href="http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/">Alexa</a> kita dapat memonitor beberapa menu yang berhubungan dengan blog kita, <strong><a href="http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/">Alexa</a></strong> sendiri ada tiga macam dan salah satunya untuk yang gratisan. nah berikut ini akan saya berikan <strong>tutorial daftar alxe terkini</strong>.</p>
<p>Masuk ke sini <a title="daftar alexa" href="http://www.alexa.com/siteowners" target="_blank">Alexa.com</a> pilih site tools terus akan muncul seperti di bawh ini</p>
<a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa-1.jpg"><img class="size-full wp-image-1043" title="alexa " src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa-1.jpg" alt="" width="448" height="54" /></a>
<p>pilih claim your site akan muncul seperti di bawah ini</p>
<p><a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1044" title="alexa 2" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa-2.jpg" alt="" width="314" height="214" /></a>masukkan alamat blogmu dan klik claim your site. Setelah itu kalian akan dibawa ke halaman login, masuk kan saja email anda dan paswwod dan klik. buka akun email anda dan klik link <a href="http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/">alexa</a> kemudian ikuti langkah selanjutnya. Apa bila bertemu seperti gambar dibawah ini</p>
<p><a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1045" title="alexa4" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa4.jpg" alt="" width="448" height="101" /></a>pilih yang FREE dan ikuti proses selanjutnya &#8220;bila kesulitan si SKIP saja&#8221; nanti akan muncul seperti gambar di bawah ini</p>
<p><a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1046" title="alexa" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/alexa5.jpg" alt="" width="448" height="22" /></a>pilih pilihan yang Option 2, cari yang ada tulisan meta tag, kemudian kalian copy kode yang ada di dalam tanda kurung &lt;&gt; beserta tanda kurungnya. Selanjutnya buka edit HTMA blog anda dan paste kan di bawah &lt;head&gt; lalu save. kembali ke halaman alesa klik <strong>verivy</strong> maka blog anda sudah teregister di <strong><a href="http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/">alexa</a></strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/cara-daftar-alexa-terkini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Samsung Focus 2 I667</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/samsung-focus-2-i667/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/samsung-focus-2-i667/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 08:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Focus 2 I667]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1039</guid>
		<description><![CDATA[Samsung mengguanakn sistem operasi Windows p 7.5 Mango. Samsung Focus 2 i667 yang sudah didukung jaringan 4G LTE, dengan layar sentuh Super AMOLED berukuran 4 inci juga dilengkapi dengan prosessor Scorpion 1.4GHz dan GPU Adreno 205. Samsung Focus 2 dilengkapi  memori internal 8GB. Berikut spesifikasi lengkapnya : Konektivitas 2G Jaringan GSM 850/900/1800/1900 Jaringan 3G HSDPA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.banyakilmu.com/samsung-focus-2-i667/">Samsung</a> mengguanakn sistem operasi Windows p 7.5 Mango. <a href="http://www.banyakilmu.com/samsung-focus-2-i667/">Samsung</a> Focus 2 i667 yang sudah didukung jaringan 4G LTE, dengan layar sentuh Super AMOLED berukuran 4 inci juga dilengkapi dengan prosessor Scorpion 1.4GHz dan GPU Adreno 205. <a href="http://www.banyakilmu.com/samsung-focus-2-i667/">Samsung</a> Focus 2 dilengkapi  memori internal 8GB. Berikut spesifikasi lengkapnya :</p>
<a href="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/samsung-focus-s-mango.jpg"><img class="size-full wp-image-1040" title="samsung focus" src="http://www.banyakilmu.com/wp-content/uploads/2012/05/samsung-focus-s-mango.jpg" alt="samsung focus terbaru" width="434" height="400" /></a>
<p>Konektivitas</p>
<ul>
<li>2G Jaringan GSM 850/900/1800/1900</li>
<li>Jaringan 3G HSDPA 850/900/2100</li>
<li>Jaringan 4G LTE 700 MHz Kelas 17/2100</li>
<li>GPRS Class 12 (4 +1 / 3 +2 / 2 +3 / 1 +4 slots), 32 &#8211; 48 kbps</li>
<li>EDGE Class 12</li>
<li>Kecepatan HSDPA, 21 Mbps, HSUPA, 5.76 Mbps; LTE, Cat3, 50 Mbps UL, DL 100 Mbps</li>
<li>WLAN Wi-Fi 802.11 b / g / n</li>
<li>Bluetooth Ya, v2.1 dengan A2DP</li>
<li>USB Ya, microUSB v2.0</li>
</ul>
<p>Disain</p>
<ul>
<li>Dimensi 121,7 x 62,7 x 11 mm</li>
<li>Berat 122 g</li>
<li>Tampilan</li>
<li>Jenis Super AMOLED capacitive touchscreen, 16 juta warna</li>
<li>Ukuran 4,0 inci</li>
<li>Resolusi 480 x 800 piksel, (~ 233 ppi pixel densitas)</li>
<li>Fitur Cahaya Sensor, Proximity Sensor, Scratch-resistant glass</li>
</ul>
<p>Audio</p>
<ul>
<li>3G2, AAC-LC, HE-AAC, MP3, M4A, WAV, WMA; Audio, Streaming; MP3/Music Tones</li>
<li>Loudspeaker Ya</li>
<li>3,5 mm jack Ya</li>
<li>Perangkat keras</li>
<li>Prosesor 1,4 GHz Scorpion</li>
<li>Grafis Adreno 205</li>
<li>Penyimpanan internal 8GB penyimpanan</li>
<li>Memori Sistem</li>
<li>Card Slot Tidak ada</li>
</ul>
<p>Kamera</p>
<ul>
<li>Utama 5 MP, 2592 x 1944 piksel, autofocus, LED flash</li>
<li>Feature Geo-tagging, stabilisasi gambar</li>
<li>Video Ya, 720p @ 30fps</li>
<li>Sekunder Ya, VGA</li>
<li>3GP, H.263, H.264, MPEG4, QCIF, WMV; Video, Streaming</li>
</ul>
<p>Fitur</p>
<ul>
<li>Sistem Operasi Microsoft Windows Telepon 7,5</li>
<li>Sensor Accelerometer, jarak, kompas</li>
<li>Pesan SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email, IM</li>
<li>Browser HTML</li>
<li>Radio</li>
<li>Warna Putih</li>
<li>GPS Ya, dengan A-GPS dukungan</li>
<li>Java Tidak ada</li>
<li>- Dokumen viewer / editor</li>
<li>- MP4/WMV pemain</li>
<li>- MP3/WAV/WMA/eAAC + pemain</li>
<li>- Facebook integrasi</li>
<li>- Organizer</li>
<li>- Voice memo</li>
<li>- Input teks prediktif</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baterai</p>
<ul>
<li>Baterai Standar baterai, Li-Ion 1750 mAh.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/samsung-focus-2-i667/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengajar Efektif</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/cara-mengajar-efektif/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/cara-mengajar-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 08:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1037</guid>
		<description><![CDATA[Cara Mengajar Efektif  Mengajar adalah suatu seni. Guru yang cakap mengajar dapat merasakan bahwa mengajar di mana saja adalah suatu hal yang menggembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan. Selain itu guru juga dapat mempengaruhi muridnya melalui kepribadiannya. Guru yang ingin murid-muridnya mengalami kemajuan, perlu mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap teori dan praktek mengajar sehingga ia dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Cara <a href="http://www.banyakilmu.com/cara-mengajar-efektif/">Mengajar Efektif</a></strong></p>
<p><strong> </strong>Mengajar adalah suatu seni. Guru yang cakap mengajar dapat merasakan bahwa mengajar di mana saja adalah suatu hal yang menggembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan. Selain itu guru juga dapat mempengaruhi muridnya melalui kepribadiannya. Guru yang ingin murid-muridnya mengalami kemajuan, perlu mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap teori dan praktek mengajar sehingga ia dapat terus-menerus meningkatkan cara mengajar.</p>
<p>Sepuluh <a href="http://www.banyakilmu.com/?p=1033" target="_blank">jenis prinsip</a> dasar dalam cara mengajar yang disajikan di bawah ini, dapat dipakai sebagai petunjuk oleh para pengajar guna meningkatkan cara mengajar mereka.</p>
<p><strong>Menguasai Isi Pengajaran</strong> Hukum yang pertama dalam teori “Tujuh Hukum Mengajar” dari John Milton Gregory berbunyi: “Guru harus mengetahui apa yang diajarkan.” Jika guru sendiri mengetahui dengan jelas inti pelajaran yang akan disampaikan, ia dapat meyakinkan murid dengan wibawanya, sehingga murid percaya apa yang dikatakan guru, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran.</p>
<p><strong>Mengetahui dengan Jelas Sasaran Pengajaran</strong> Pengajaran yang jelas sasarannya membuat murid melihat dengan jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh liputan pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam ciri khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran pengajaran: 1.    Inti dari sasaran harus disebutkan dengan jelas. 2.    Ungkapan penting dari sasaran harus bertitik tolak dari konsep murid. 3.    Sasaran harus meliputi hasil belajar. 4.    Hasil sasaran yang dapat dicapai. Contoh: Contoh-contoh di atas telah menjelaskan empat macam hasil belajar yang berbeda: pengetahuan, pengertian, sikap, dan ketrampilan.</p>
<p><strong>Utamakan Susunan yang Sistematis</strong> Pengajaran yang tidak bersistem bagaikan sebuah lukisan yang semrawut, tidak memberikan kesan yang jelas bagi orang lain. Tidak adanya inti, tidak tersusun, tidak sistematis, akan sulit dipahami dan sulit diingat. Oleh sebab itu inti pengajaran harus disusun dengan teratur dan sistematis.</p>
<p><strong>Banyak Gunakan Contoh Kehidupan</strong>Pada saat mengajar, seringlah menggunakan contoh atau perumpamaan kehidupan sehari-hari atau yang pernah dialami misalnya dalam perdagangan, rental, nilai uts / uas, dan lain sebagainyaContoh kehidupan adalah jembatan antara kebenaran ilmu dan dunia nyata</p>
<p><strong>Cakap Menggunakan Bentuk Cerita</strong> Bentuk cerita tidak hanya diutarakan dengan kata-kata, namun juga boleh dicoba dengan menambahkan gerakan-gerakan, yang memperdalam kesan murid. Bentuk yang paling lazim adalah menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan kebenaran.</p>
<p><strong>Menggunakan Panca Indera Murid</strong> Penggunaan bahan pengajaran yang berbentuk audio visual berarti menggunakan panca indera murid. Bahan pengajaran audio visual bukan saja cocok untuk Sekolah Minggu anak-anak, juga untuk Sekolah Minggu pelbagai usia. Ensiklopedia adalah buku yang sering dipakai oleh para ilmuwan, namun di dalamnya terdapat banyak penjelasan yang menggunakan gambar-gambar. Itu berarti bahwa para ilmuwan pun perlu bantuan gambar untuk mengadakan penelitian. Para ahli pernah mengadakan catatan statistik selama 15 bulan, sebagai hasilnya mereka mendapatkan persentase dari isi pelajaran yang masih dapat diingat oleh murid: bagi murid yang hanya tergantung pada indera pendengaran saja masih dapat mengingat 28%, sedangkan bagi murid yang menggunakan indera pendengaran ditambah dengan indra penglihatan dapat mengingat 78%.</p>
<p><strong>Melibatkan Murid dalam Pelajaran</strong> Melibatkan murid dalam pelajaran dapat menambah ingatan mereka, juga motivasi dan kegemaran mereka. Cara itu dapat menghilangkan kesalahpahaman yang mungkin terjadi ditengah pertukaran pikiran antara guru dan murid, selain mengurangi tingkah laku yang mengacau. Misalnya: biarkan murid menggunakan kata-katanya sendiri untuk menjelaskan argumentasi atau pendapatnya; biarlah murid menggali dan menemukan hubungan antar konsep yang berbeda, biarlah murid bergerak sebentar. Jika murid sibuk melibatkan diri dengan pelajaran, maka tidak ada peluang lagi untuk mengacau atau membuat ulah.</p>
<p><strong>Menguasai Kejiwaan Murid</strong> Guru yang ingin memberikan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, tentu harus memahami perkembangan jiwa murid pada setiap usia. Ia juga harus mengetahui dengan jelas kebutuhan dan masalah pribadi mereka. Pengertian antara guru dan murid adalah syarat utama untuk komunikasi timbal balik. Komunikasi yang baik dapat membuat penyaluran pengetahuan menjadi lebih efektif.</p>
<p><strong>Gunakanlah Cara Mengajar yang Hidup</strong> Sekalipun memiliki cara mengajar yang paling baik, namun jika terus digunakan dengan tidak pernah diubah, maka cara itu akan hilang kegunaannya dan membuat murid merasa jemu. Cara yang terbaik adalah menggunakan cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel, untuk menambah kesegaran.</p>
<p><strong>Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Teladan</strong> Masalah umum para guru adalah dapat berbicara, namun tidak dapat melaksanakan. Pengajarannya ketat sekali, namun kehidupannya sendiri banyak cacat cela. Cara mengajar yang efektif adalah guru sendiri menjadikan diri sebagai teladan hidup untuk menyampaikan kebenaran, dan itu merupakan cara yang paling berpengaruh. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan antara teori dan praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehidupan pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/cara-mengajar-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Contoh Metode Mengajar</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/contoh-metode-mengajar/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/contoh-metode-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 08:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jigsaw]]></category>
		<category><![CDATA[kooperatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[metode mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[ METODE MENGAJAR Kooperatif Dalam metode ini memiliki ciri khusus yaitu adanya interaksi dan interpendensi antar angota kelompok. Untuk mencapai tujuan belajar maka semua anggota harus turut terlibat secara aktif. Metode kooperatif ini banyak modelnya. Diantaranya yaitu: 1)     Jigsaw : yaitu model kooperatif dimana tiap angota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan kepada temanya,dalam model [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"> <strong><a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">METODE MENGAJAR</a></strong></p>
<ol>
<li>Kooperatif</li>
</ol>
<p>Dalam <a href="http://www.banyakilmu.com/?p=1031" target="_blank">metode ini </a>memiliki ciri khusus yaitu adanya interaksi dan interpendensi antar angota kelompok. Untuk mencapai tujuan belajar maka semua anggota harus turut terlibat secara aktif. Metode kooperatif ini banyak modelnya. Diantaranya yaitu:</p>
<p>1)     Jigsaw : yaitu model kooperatif dimana tiap angota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan kepada temanya,dalam model ini;</p>
<p>a)     guru mengelompokkan siswa (3-5 orang)</p>
<p>b)     masing2 anggota kelompok adalah orang ahli suatu topik yang berbeda</p>
<p>c)     semua angota menyebar lalu mengelompok sesuai topik masing2 lalu mendiskusikanya</p>
<p>d)     semua anggota kelompok kembali ke kelompoknya semula</p>
<p>e)     tiap anggota ahli menjelaskan materinya secara bergiliran sampai semua faham.</p>
<p>2)     group investigation (GI),dalam model ini;</p>
<p>a)     guru menyampaikan pokok bahasan</p>
<p>b)     siswa memilih topik yang akan didiskusikan</p>
<p>c)     memilih topik</p>
<p>d)     memilih sub topik kepada anggota untuk didiskusikan</p>
<p>e)     presentasi</p>
<p>f)      membuat kesimpulan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3)     team-games-tournamen (TGT), dalam model ini;</p>
<p>a)     guru membentuk kelompok yang heterogen</p>
<p>b)     belajar bersama dalam kelompok</p>
<p>c)     lalu tiap kelompok ditandingkan dalam sebuah aturan permainan</p>
<p>d)     ada keterlibatan fisik disana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4)     student team achievement divisio (STAD),merupakan bagian dari kooperatif learning dimana;</p>
<p>a)     guru membentuk kelompok</p>
<p>b)     guru menyampaikan materi</p>
<p>c)     guru memberikan tugas kelompok untuk di kerjakan</p>
<p>d)     guru mengevaluasi dengan test</p>
<p>e)     evaluasi bersama</p>
<p>f)      membuat kesimpulan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Kolaborasi</li>
</ol>
<p>kolaborasi adalah sebuah metode dimana dua hal yang perlu dicatat yaitu,seperti kooperatif namun tingkat interpendensi lebih tinggi. Kemudian adanya ”peer asessment” (saling membantu/mengisi) menjadi pembeda dengan metode kooperatif.</p>
<p>beberapa model kolaborasi;</p>
<p>a)      discussion</p>
<p>b)     PJPL</p>
<p>c)      role play</p>
<p>d)     PBL-inquiry</p>
<p>e)      case study</p>
<p>f)      time token</p>
<p>g)      think-peer-share</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/contoh-metode-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Kegiatan Penerapan Metode Mengajar</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 08:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Langkah-langkah Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[metode mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Penerapan Metode]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Langkah-langkah Kegiatan Penerapan Metode Mengajar Langkah-langkah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAKEM dapat dilakukan sebagai berikut: Langkah pertama: Persiapan. Sudah barang tentu, pendidik telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai persiapan formal untuk menerapkan metode mengajar ini. Guru juga telah mempersiapan semua perangkat media, alat, dan prasyarat lain yang diperlukan untuk melaksanakan metode ini, misalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Langkah-langkah Kegiatan Penerapan <a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">Metode Mengajar</a></strong></p>
<p>Langkah-langkah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAKEM dapat dilakukan sebagai berikut:</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Langkah pertama</span>: </strong>Persiapan. Sudah barang tentu, pendidik telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai persiapan formal untuk menerapkan <a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">metode mengajar</a> ini. Guru juga telah mempersiapan semua perangkat media, alat, dan prasyarat lain yang diperlukan untuk melaksanakan metode ini, misalnya (1) surat perizinan (jika diperlukan), (2) contoh instrumen wawancara yang akan digunakan oleh siswa, (3) contoh tulisan tentang kisah seorang pekerja keras yang berhasil di suatu desa, contoh ”Petani Pepaya”,”Pedagang Bunga”, dan sebagainya. <a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">Metode mengajar</a> ini akan dilaksanakan dengan membawa siswa untuk mengikuti <em>oubond</em> ke suatu daerah pedesaan. Anak-anak selama sehari atau dua hari untuk mengumpulkan data dan informasi tentang mata pencaharian penduduk, dan kemudian menuliskan tentang apa-apa yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut. Langkah persiapan ini dilakukan oleh guru jauh sebelum proses pembelajaran dimulai.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Langkah kedua</span>: </strong>Membuka pelajaran.<strong> </strong>Jangan lupa memberikan salam kepada semua siswa. Beritahukan kepada siswa bahwa untuk pelajaran kali ini, para siswa akan diajak untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan metode yang belum pernah dilakukan, yakni yang disebut sebagai <em>foxfire</em>. Berikan kepada siswa tentang metode foxfire ini secara jelas. <a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">Metode mengajar</a> ini sudah cukup efektif dapat dilaksanakan untuk siswa kelas tinggi di Sekolah Dasar, misalnya kelas V dan VI. Topik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang akan diajarkan misalnya adalah ”Mata Pencaharian”. Ada beberapa informasi yang harus disampaikan kepada siswa.</p>
<p>1.  Guru menjelaskan bahwa para siswa dalam waktu sehari dua hasil akan diajak untuk mengumpulkan data tentang mata pencaharian penduduk desa. Para siswa diberikan keterampilan untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan masyarakat desa. Bahkan kalau perlu melakukan observasi partisipatif, misalnya ikut memerah <a href="http://www.banyakilmu.com/memperbanyak-air-susu-ibu/">susu</a> sapi, ikut menanam padi, atau ikut membuat barang-barang keterampilan, dan sebagainya. Metode ini dalam beberapa hal sama dengan metode widyawisata atau sinau wisata, atau sekarang banyak dikenal dengan outbound di daerah alam pegunungan, di daerah pedesaan. Kalau perlu untuk melaksanakan kegiatan ini dibentuk panitia kecil, atau pembagian tugas untuk pekerjaan-pekerjaan yang dapat dilakukan oleh siswa dengan didampingi oleh dewan pendidik.</p>
<p>2.   Untuk dapat menulis tentang data yang berhasil dikumpulkan, para siswa diberikan keterampilan dasar tentang menulis. Misalnya membuat kalimat aktif secara singkat dalam bentuk S/P/O atau subyek-predikat-obyek. Anak-anak dibiasakan dapat menulis kalimat aktif, singkat dan tidak bertele-tele. Guru menjelaskan metode 5H dan 1W atau enam aspek yang penting dalam membuat karangan, yakni apa, dimana, siapa, when, mengapa, dan bagaimana. Apa yang terjadi, dimana kejadian itu, siapa yang terlibat dalam kejadian itu, kapan terjadinya, mengapa hal itu terjadi, dan bagaimana proses kejadian itu.</p>
<p>3.   Hal yang sangat penting untuk dijelaskan kepada siswa adalah tentang rencana penerbitan semua tulisan yang dihasilkan dari kegiatan ini. Kalau ada penerbit yang akan menerbitkan tulisan tersebut, maka sekolah akan menerbitkan dalam bentuk buletin sekolah, atau juga dapat dipajangkan di majalah dinding yang dikelola oleh para siswa.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Langkah Ketiga</span></strong>: Guru dan siswa berangkat ke daerah yang telah ditetapkan.<strong> </strong>Dengan bimbingan beberapa guru yang dilibatkan dalam kegiatan ini, siswa mulai melakukan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara yang telah diberikan kepada siswa. Ada beberapa siswa yang bertugas mengambil gambar dengan menggunakan handycam dan tustel yang sengaja mereka bawa. Dengan semangat, para siswa mecari dan menemui responden yang telah ditetapkan. Minimal siswa harus dapat mewawancari, misalnya 5 (lima) responden di daerah itu. Jika ada kesempatan, para siswa dapat melakukan kegiatan observasi partisipatif bersama penduduk di daerah itu, misalnya ikut menanam padi, ikut memanen kopi, ikut memerah <a href="http://www.banyakilmu.com/memperbanyak-air-susu-ibu/">susu</a> sapi, dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini akan lebih dapat memberikan pengalaman belajar yang sangat menyenangkan dan mengesankan bagi siswa. Setelah kegiatan pengumpulan data dan informasi selesai dilaksanakan, maka para guru dan siswa kembali ke sekolah dengan menggunakan transportasi yang telah disiapkan. Selama perjalan pulang pergi para siswa dan guru dapat bernyanyi dengan girangnya. Pesawat televisi di bus biasanya dapat memutar lagu-lagu karaoke yang sangat bermanfaat untuk kegiatan yang menyenangkan ini. Lagu-lagu dan permainan pramuka dapat juga digunakan untuk menggairahkan semangat para siswa.</p>
<p><strong>Langkah keempat: </strong>Pengolahan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan kemudian dapat dilakukan di sekolah. Para siswa mengisi tabel yang telah disiapkan, menjumlah data statistik, menghitung prosentase, mengumpulkan <a href="http://www.banyakilmu.com/foto-narsis-dibayar/">foto</a> yang berhasil dicetak, bahkan dapat pula membuat grafik yang diperlukan. Dari hasil pengolahan data dan informasi itulah kemudian dibuatkan tulisan. Para guru perlu memberikan bimbingan kepada siswa bagaimana menulis dengan baik. Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk melakukannya sendiri. Jangan sekali-kali membuatkan tulisan untuk siswa. Biarkan siswa membuat konsepnya, lalu berikan kepada teman lainnya untuk membaca dan mengoreksi tulisan tersebut. Tulisan itu dikoreksi juga oleh para guru. Akan lebih baik lagi jika semua itu dapat dikerjakan di ruang laboratorium komputer. Kalau para siswa belum mempunyai kemampuan menulis dengan mesin ketik atau menggunakan program Micorsoft Word di komputer, para siswa dapat menulis di kertas biasa. Itu sudah terlalu cukup.</p>
<p><strong>Langkah Kelima</strong>: Adakan diskusi kelas untuk membahas hasil pekerjaan siswa tersebut.  Berikan kesempatan kepada siswa yang diberikan tugas untuk menulis untuk menjelaskan tentang tulisan yang dihasilkan. Kemudian, berikan kepada semua siswa, atau kepada semua kelompok untuk memberikan komentar dan koreksi terhadap tulisan tersebut. Guru dapat memberikan komentar dan koreksi terhadap tulisan tersebut. Jangan sampai lupa memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah melaksanakan kegiatan ini.</p>
<p><strong>Langkah Keenam</strong>: Pajanglah semua hasil tulisan siswa tersebut di tempat yang telah ditentukan. Jangan sekali-kali ada tulisan yang tidak dipajang. Berikan kesempatan kepada kelas lain untuk menyaksikan hasil pekerjaan siswa. Ajak kepala sekolah dan guru lainnya untuk memberikan apresiasi terhadap hasil pekerjaan siswa.</p>
<p><strong>Langkah ketujuh</strong>:  Undang penerbit untuk kemungkinan dapat menerbitkan semua hasil tulisan siswa. Kalau bisa langsung dapat diterbitkan. Kalau perlu dapat diedit terlebih dahulu oleh tim yang dibentuk untuk itu. Kalau tidak dapat diterbitkan oleh penerbit, maka sekolah dapat menerbitkan dalam bentuk majalah sekolah, atau dapat dijadikan bahan untuk penerbitan majalan dinding di sekolah.</p>
<p>Jika hasil tulisan siswa memang layak diterbitkan menjadi buku yang laku dijual di pasar, maka tidak mustahil sekolah akan memperoleh keuntungan yang tidak kecil dari kegiatan ini. Demikian juga dengan siswa. Kalau metode ini dapat berjalan dengan lancar, maka uang yang diperoleh dari kegiatan ini dapat digunakan untuk mengadakan peralatan yang diperlukan oleh siswa, misalnya papan <em>soft board</em>, rak <em>display</em>, dan kalau perlu dapat untuk menambah koleksi bukau di perpustakaan sekolah. Alangkah indahnya kalau ini dapat dicapai. Siapa bilang sekolah tidak dapat memperoleh <em>income </em>yang merupakan <em>hasil dari </em>kristalisasi keringat, para guru dan siswanya. Begitulah kata Tukul? Mudah-mudahan.</p>
<p><strong>Refleksi</strong></p>
<p><a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">Metode mengajar</a> ini memang masih terasa agak asing bagi kebanyakan guru di negeri ini. Tetapi, jika para pendidik dapat mencoba untuk menerapkannya, maka metode itu akan membuat proses pembelajaran berlangsung lebih unik dan menarik. Pada awalnya, mungkin akan terasa sulit, karena semua permulaan itu memang sulit. <em>All beginning is difficult</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setrategi Belajar Mengajar</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/setrategi-belajar-mengajar/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/setrategi-belajar-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 08:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[setrategi belajar]]></category>
		<category><![CDATA[setrategi belajar mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[setrategi mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Strategi Belajar Mengajar 1)               Pengertian strategi belajar mengajar Sebelum megenal lebih jauh mengenai straegi belajar mengajar (SBM), perlu kiranya dikupas dulu mengenai apa yang disebut strategi. Strategi secara luas memiliki beberapa pegertian: Bagaimana menyiasati peserta didik agar terlibat aktif dalam belajar. Keputusan-keputusan bertindak yang diarahakan dan keseluruahnya diperlukan untuk mencapai tujuan. Keputusan bertindak dari guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 align="center">Strategi Belajar Mengajar</h2>
<h2 align="center"></h2>
<p><strong>1)               </strong>Pengertian <strong>strategi belajar mengajar</strong></p>
<p>Sebelum megenal lebih jauh mengenai straegi belajar mengajar (SBM), perlu kiranya dikupas dulu mengenai apa yang disebut <em>strategi</em>. Strategi secara luas memiliki beberapa pegertian:</p>
<ol>
<li>Bagaimana menyiasati peserta didik agar terlibat aktif dalam belajar.</li>
<li>Keputusan-keputusan bertindak yang diarahakan dan keseluruahnya diperlukan untuk mencapai tujuan.</li>
<li>Keputusan bertindak dari guru dengan menggunakan kecakapan untuk mencapai tujuan melalui hubungan efektif antara lingkungan dan kondisi yang paling menguntungkan.</li>
<li>Garis-garis besar haluan bertindak dalam mengelola proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif.</li>
<li>Rencana (mengandung serangkaian aktivitas) yang dipersiapkan secara seksama untuk mencapai tujuan belajar.</li>
<li>Pola umum perbuatan guru-peserta didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar.</li>
</ol>
<p>Dari beberapa pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa srategi adalah rencana yang mengandung serangkaian aktivitas oleh guru kepada siswanya berupa keputusan2 bertindak yang disusun secara seksama dan terarah guna mencapai tujuan pengajaran secara efektif.</p>
<p>SBM merupakan rencana (mengandung serangkaian aktivitas) guru dalam proses belajar mengajar yang diperlukan untuk memberikan fasilitas/kemudahan kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Disini, SBM adalah salah satu bagian dari sebuah sistem pengajaran. sebuah sistem pengajaran memiliki beberapa komponen didalamnya yaitu; tujuan, materi, strategi dan evaluasi.</p>
<p>Sebagai sebuah komponen dari sistem pengajaran maka SBM memiliki 4 hal utama yang harus ada, yaitu:</p>
<ol>
<li>Penetapan tujuan pengajaran.</li>
<li>Pemilihan sistem pendekatan <strong>belajar mengajar</strong>.</li>
<li>Pemilihan dan penetapan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar.</li>
<li>Penetapan kriteria keberhasilan proses belajar mengajar dari evaluasi yang dilakukan.</li>
</ol>
<p>Strategi dalam belajar mengajar tidak akan terlepas dari kaitanya dengan metode, teknik dan model mengajar.</p>
<ol>
<li>Metode megajar adalah cara mengajar yang lebih umum yang dapat digunakan untuk semua jenis mata pelajaran. Pengertian metode merujuk kepada teknis dalam pelaksanaan pembelajaran.</li>
<li>Teknik mengajar memiliki pegertian cara mengajar yang memerlukan kecakapan khusus dari suatu mata pelajaran tertentu.</li>
<li>Model mengajar merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model mengajar berfungsi sebagai pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.</li>
</ol>
<p>Strategi belajar mengajar yang baik yaitu yang mampu menjamin tercapainya tujuan pengajaran yang efektif, efesien, dan ekonomis serta dapat meningkatkan keterlibatan siswa baik secara intelektual maupun fisik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2)          </strong>Bagaimana menjadi guru dan murid yang baik?</p>
<p>Tidak mudah memang menjadi guru tapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi guru yang baik yaitu:</p>
<p><strong>Pertama. </strong>Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.</p>
<p><strong>Kedua.</strong> Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda.<br />
Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.<br />
<strong>Ketiga.</strong> Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.</p>
<p><strong>Keempat.</strong> Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.</p>
<p><strong>Kelima.</strong> Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak beranibertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil. Keenam. Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.</p>
<p><strong>Ketujuh.</strong> Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri.</p>
<p><strong>Kedelapan. </strong>Tidak sombong.Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun pangillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.</p>
<p><strong>Kesembilan. </strong>Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Adapun cara atau mejadi murid yang baik bagaimana?</strong></p>
<p><strong>Pertama niat,</strong> ketika seseorang memasuki masa sekolah atau kuliah atau belajar apapun niat adalah modal awal karena hasil yang dicapai orang tersebut adalah dari niatnya.</p>
<p><strong>Kedua</strong> berakhlak atau bertingkah laku baik kepada pengajar/guru/dosen,orangtua,dan sesama pelajar.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, meraih prestasi setinggi-tingginya. Siapapun kita dengan latar belakang apapun, awalilah dengan niat mempunyai cita-cita yang setinggi-tingginya.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, jaga pandangan adalah salah satu cara supaya hati kita bersih. Hati yang bersih akan mencerdaskan otak, bersih dari pikiran-pikiran kotor jadi konsen pada pelajaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3)          </strong>Bagaimana <a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">metode mengajar</a> yang baik?</p>
<p>Ada beberapa <a href="http://www.banyakilmu.com/langkah-langkah-kegiatan-penerapan-metode-mengajar/">metode mengajar</a> diantaranya:</p>
<ol>
<li>Kooperatif</li>
</ol>
<p>Dalam metode ini memiliki ciri khusus yaitu adanya interaksi dan interpendensi antar angota kelompok. Untuk mencapai tujuan belajar maka semua anggota harus turut terlibat secara aktif. Metode kooperatif ini banyak modelnya. Diantaranya yaitu:</p>
<p>1)     Jigsaw : yaitu model kooperatif dimana tiap angota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan kepada temanya,dalam model ini;</p>
<p>a)     guru mengelompokkan siswa (3-5 orang)</p>
<p>b)     masing2 anggota kelompok adalah orang ahli suatu topik yang berbeda</p>
<p>c)     semua angota menyebar lalu mengelompok sesuai topik masing2 lalu mendiskusikanya</p>
<p>d)     semua anggota kelompok kembali ke kelompoknya semula</p>
<p>e)     tiap anggota ahli menjelaskan materinya secara bergiliran sampai semua faham.</p>
<p>2)     group investigation (GI),dalam model ini;</p>
<p>a)     guru menyampaikan pokok bahasan</p>
<p>b)     siswa memilih topik yang akan didiskusikan</p>
<p>c)     memilih topik</p>
<p>d)     memilih sub topik kepada anggota untuk didiskusikan</p>
<p>e)     presentasi</p>
<p>f)      membuat kesimpulan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3)     team-games-tournamen (TGT), dalam model ini;</p>
<p>a)     guru membentuk kelompok yang heterogen</p>
<p>b)     belajar bersama dalam kelompok</p>
<p>c)     lalu tiap kelompok ditandingkan dalam sebuah aturan permainan</p>
<p>d)     ada keterlibatan fisik disana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4)     student team achievement divisio (STAD),merupakan bagian dari kooperatif learning dimana;</p>
<p>a)     guru membentuk kelompok</p>
<p>b)     guru menyampaikan materi</p>
<p>c)     guru memberikan tugas kelompok untuk di kerjakan</p>
<p>d)     guru mengevaluasi dengan test</p>
<p>e)     evaluasi bersama</p>
<p>f)      membuat kesimpulan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Kolaborasi</li>
</ol>
<p>Kolaborasi adalah sebuah metode dimana dua hal yang perlu dicatat yaitu,seperti kooperatif namun tingkat interpendensi lebih tinggi. Kemudian adanya ”peer asessment” (saling membantu/mengisi) menjadi pembeda dengan metode kooperatif.</p>
<p><strong>4)          </strong>Bagaimana teknik penyajian mengajar?</p>
<p>Teknik penyajian mengajar yaitu:</p>
<ol start="1">
<li>Buatlah suasana yang menarik dan tidak membosankan, untuk itu anda harus banyak latihan agar cara berbicara, sikap, dan metode ajar anda dapat diterima dengan baik oleh siswa. Menjadi guru yang garang dan terlalu disiplin terkadang akan membentuk siswa yang keras juga, untuk itu buatlah siswa takut karena hormat kepada anda dan bukan takut karena hukuman anda. Pernah ada siswa yang sangat nakal, namun ia justru malu dan takut dengan salah satu guru yang sangat dihormatinya. Berikan perhatian anda dengan penuh kasih sayang, bukan mencari kesalahan mereka.</li>
<li>Buatlah quiz di awal dan akhir penyampaian materi, bila waktu tidak memungkinkan lakukan hanya di akhir materi bukan diawalnya… hal ini dapat menjadi indikator apakah materi yang telah disampaikan sudah diterima dengan baik oleh siswa. Saya banyak mengalami quiz dilakukan hanya di awal materi, hal ini hanya membuang waktu dan tidak efisien karena secara logika tentunya siswa belum mengetahui materi yang akan disampaikan. Kalo soal quiznya materi hari kemaren itu namanya ulangan… jadi perlu bedakan antara quiz dengan ulangan yach…</li>
<li>Sampaikan materi dengan menyampaikan point-point pentingnya saja, jangan terlalu banyak bertele-tele atau terlalu banyak bercerita yang bukan dalam ruang lingkup materi anda. Untuk materi eksak, perbanyaklah contoh soal… sampaikan perlahan dan buat agar siswa juga sama2 ikut berfikir.</li>
<li>Lakukan sistem ajar yang lebih interaktif berupa tanya jawab, pancinglah siswa agar banyak bertanya. Selain itu ada juga perlunya anda bersenda gurau disela-sela penyampaian materi agar tidak terlalu tegang.</li>
<li>Pekerjaan Rumah (PR) dapat anda berikan setiap akhir penyampaian materi, namun bila ternyata itu tidak efektif misalnya banyak yang tidak mengerjakan atau ternyata banyak yang saling mencontek pekerjaan teman2nya sebaiknya metode PR nya anda ubah misal dengan beda soal tiap siswa atau cara lainnya.</li>
<li>Perlu melakukan evaluasi terhadap cara anda mengajar, ini bisa dilakukan dengan memberikan questioner pada siswa terhadap cara mengajar anda.</li>
<li>Juga dapat melakukan quiz interaktif, yaitu dengan membaca soal satu persatu dan mahasiswa langsung menjawab.. anda berikan waktu yang terbatas untuk menjawab soal tersebut. Misal bacakan soal no. 1 kemudian langsung dijawab oleh siswa, setelah itu bacakan soal no.2 kemudian siswa menjawab, demikian seterusnya… metode ini membuat siswa berfikir cepat dan tidak dapat mencontek.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/setrategi-belajar-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Contoh Naskah Drama</title>
		<link>http://www.banyakilmu.com/contoh-naskah-drama/</link>
		<comments>http://www.banyakilmu.com/contoh-naskah-drama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 07:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ddalang]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[naskah]]></category>
		<category><![CDATA[naskah drama]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.banyakilmu.com/?p=1018</guid>
		<description><![CDATA[“SANDIWARA GORO-GORO “ SUTRADARA Makhasin, S.Pd Diadaptasi dari “DALANG DAN WAYANG” Karya :Cucu S. Sondarie ADEGAN 1 Lampu perlahan menyala, menerangi sosok tubuh Ki Dalang yang tertidur pulas diatas sebuah kotak wayang. Hening beberapa saat, kemucKan terdengar seperti suara orang yang sedang membongkar paksa sesuatu. Perlahan-lahan tutup kotak itu terbuka separuhnya, dari dalamnya muncul sepasang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>“SANDIWARA GORO-GORO “</strong></p>
<p align="center"><strong>SUTRADARA Makhasin, S.Pd</strong></p>
<p align="center"><strong>Diadaptasi dari “DALANG DAN WAYANG” </strong></p>
<p align="center"><strong>Karya :Cucu S. Sondarie</strong><strong></strong></p>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 1</p>
<p>Lampu perlahan menyala, menerangi sosok tubuh Ki Dalang yang tertidur pulas diatas sebuah kotak wayang. Hening beberapa saat, kemucKan terdengar seperti suara orang yang sedang membongkar paksa sesuatu. Perlahan-lahan tutup kotak itu terbuka separuhnya, dari dalamnya muncul sepasang tangan yang menggapai-gapai mencari pegangan. Muncul kepalanya, kemudian separuh badannya.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Gareng       : Stt !</li>
<li>Suara         : Aman ?</li>
<li>Gareng       : Aman !</li>
<li>Suara         : Mana Ki Dalang ?</li>
<li>Gareng       : Masih pulas</li>
<li>Suara         : Barangkali pura-pura pulas ?</li>
<li>Gareng       : Dijamin pulas.</li>
<li>Suara         : Kalau tidak pulas ?</li>
<li>Gareng       : Kita buat dia pulas.</li>
</ol>
<p align="left">                          (Keluar dari dalan kotak, memeriksa kekiri-kekanan)</p>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 2</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Petruk        : (Muncul dari dalam kotak) Mana si Penjaga ?</li>
<li>Gareng       : Tidak ada</li>
<li>Petruk        : Barangkali pura-pura tidak ada ?</li>
<li>Gareng       : Dijamin tidak ada.</li>
<li>Petruk        : Kalau ada ?</li>
<li>Gareng       : Kita buat dia tadak ada.</li>
<li>Petruk        : Stt! Yang lain bagaimana ?</li>
<li>Gareng       : Bangunkan mereka !</li>
<li>Petruk        : (Melongok kedalam kotak) Stt, bangun !</li>
<li>Suara         : Hai, bangun, bangun !</li>
<li>Suara         : Ada apa sih ?</li>
<li>Suara         : Mengganggu saja</li>
<li>Gareng       : Jangan keras-keras nanti Ki Dalang terjaga !</li>
<li>Petruk        : lya, Kita harus jaga-jaga.</li>
</ol>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 3</p>
<p align="left">
<p>Satu persatu wayang itu bermunculan dari dalam kotaknya. Ada yang membisu, ada yang ragu, ada yang termangu-mangu, dan ada yang menggerutu. Ki Dalang makin pulas.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Bagong      : Ada apa sih malam-malam membangunkan ?</li>
<li>Togog        : Dasar kurang kerjaan.</li>
<li>Gareng       : Tadi siang kita sudah sepakat.</li>
<li>Cakil           : Apanya yang sepakat ?</li>
<li>Gareng       : Malam ini kita akan mengadakan perlawanan pada KiDalang.</li>
<li>Togog        : Oh iya, aku lupa.</li>
<li>Bagong      : Memang kamu pelupa.</li>
<li>Gareng       : Bagaimana dengan yang lainnya ?</li>
<li>Koor           : Kami sudah siaga.</li>
<li>Cakil           : Saya usul, bagaimana kalau kiya batalkan saja ?</li>
<li>Koor           : Lho, mengapa ?</li>
<li>Cakil           : Saya takut kuwalat.</li>
<li>Koor           : Idih kuno !</li>
<li>Cakil           : Bukan kuno, tapi apa untungnya ?</li>
<li>Gareng       : Kita  bisa  hidup  bebas,  tidak ada yang  mengatur,  tidak ada  yang</li>
</ol>
<p>memerintah.</p>
<ol>
<li>Togag        : Memang Dalang itu sangat menjengkelkan.</li>
<li>Bagong      : Dengan seabrek peraturannya.</li>
<li>Petruk        : Memangnya kita ini boneka ?</li>
<li>Gareng       : Karena itulah kita harus melawannya.</li>
<li>Petruk        : Ya kita harus menghentikannya.</li>
<li>Gareng       : Bagaimana kawan-kawan setuju atau tidak ?</li>
<li>Koor           : Setuju !</li>
<li>Gareng       : HusT jangan keras-keras !</li>
<li>Koor           : (Berbisik) Setuju</li>
<li>Cakil           : Tapi bagaimana caranya menghadapi KiDalang ?</li>
<li>Gareng       : Gampang. Kita ikat tangan dan kakinya, Kita sumpat mulutnya, lalu</li>
</ol>
<p align="left">                    kita masukkan kedalam kotak. Bereskan ?</p>
<ol>
<li>Bagong      : Beres sekali.</li>
<li>Petruk        : Mengalahkan Dalang memang mudah,  yang sukar itu  mengalahkan</li>
</ol>
<p align="left">                    penjaga-penjaganya.</p>
<ol>
<li>Gareng       : Kita belum mencoba.</li>
<li>Petruk        : Kalau kita kalah ?</li>
<li>Gareng       : Jangan menyerah.</li>
<li>Petruk        : Kalau begitu mari kita kerjakan.</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Wayang-wayang mendekati Ki Dalang yang semakin terlelap, berusaha untuk mengikat kaki dan tangannya. Tiba-tiba muncul penjaga yang badannya tinggi besar, wayang-wayang ketakutan.</p>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 4</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Penjaga      : Hai! Apa yang akan kalian lakukan ?</li>
<li>Gareng       : (Setelah menenangkan dirinya) Kami hanya main-main, mas.</li>
<li>Penjaga      : Orang tidur kok diajak bermain ?</li>
<li>Gareng       : Kan main tidur-tiduran.</li>
<li>Penjaga      : Kok membawa tali ?</li>
<li>Petruk        : Kan sambil tali-talian.</li>
<li>Penjaga      : (Marah) Mulutmu harus hati-hati!</li>
<li>Petruk        : Hati ayam atau kambing, mas ?</li>
<li>Penjaga      : Eeh, jangan kurang ajar !</li>
<li>Petruk        : Ya siapa yang ngajar ?</li>
<li>Penjaga      : Nanti aku tinju mulutmu yang bau itu !</li>
<li>Bagong      : (Menengahi) Sudah Mas, Gareng kan hanya bergurau.</li>
<li>Gareng       : Masa sih cakep-cakep pemarah</li>
<li>Penjaga      : Siapa yang cakep ?</li>
<li>Gareng       : Siapa lagi kalau bukan Mas Penjaga.</li>
<li>Penjaga      : (Senang) Cakep mana dengan Ksatria Baja Hitam ?</li>
<li>Bagong      : Pokoknya lebih cakep dari pada Dora Emon deh.</li>
<li>Penjaga      : Tenagaku bagaimana ?</li>
<li>Bagong      : Wow, Kuat bagaikan banteng ketaton.</li>
<li>Penjaga      : Apa itu ?</li>
<li>Gareng       : Banteng sudah  punah,  jadi  kita  ganti  saja   perumpamaannya.</li>
</ol>
<p align="left">                    Mas Penjaga kuat bagaikan buldoser Jepang !</p>
<ol>
<li>Penjaga      : Ha ha ha ha.</li>
<li>Gareng       : Pokoknya disini Mas penjaganya yang paling ter, tercakep, tergagah,</li>
</ol>
<p align="left">                    terkuat, dan banyak lagi ter ter lainnya.</p>
<ol>
<li>Penjaga      : (Semakin senang) Oh ya ?</li>
<li>Gareng       : Bajunya kuning, topinya kuning, kulitnya kuning. Giginyapun&#8230;</li>
<li>Penjaga      : (Membentuk) Apa ?</li>
<li>Gareng       : Putih.</li>
<li>Penjaga      : Aku kira kuning, ha ha ha&#8230;</li>
<li>Petruk        : Makanya jangan berburuk sangka,/aku hanya sedikit mencurigai</li>
</ol>
<p align="left">                    kalian.</p>
<ol>
<li>Bagong      : Ya itu artinya serupa tapi tak sama.</li>
<li>Penjaga      : Sudahlah,  silahkan teruskan bermain. Aku akan  melanjutkan  patroli</li>
</ol>
<p align="left">                          keamanan.</p>
<ol>
<li>Gareng       : (Bersikap seperti komandan) Beri penghormatan !</li>
</ol>
<p align="left">  Hormattt&#8230; Grak !,</p>
<p align="left">(Wayang-wayang menghormat, si penjaga terlihat bangga. Sambil</p>
<p align="left">membusungkan dadanya ia pergi).</p>
<ol>
<li>Bagong       : Uh, hampir saja.</li>
<li>Gareng       : Penjaga itu kan gila pujian.</li>
<li>Cakil           : Tadi aku sampai gemetaran.</li>
<li>Gareng       : Kamu memang selalu takut-takutan. \</li>
<li>Petruk        : Yang penting kita sekarang sudah selamat.</li>
<li>Gareng       : Sebenarnya tadi aku mau bilang giginya kuning Iho.</li>
<li>Koor           : Ha ha ha ha.</li>
</ol>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 5</p>
<p align="left">
<p>Muncul Penjaga 2, badannya gemuk dan pendek serta mengenakan pakaian yang serba ketat sehingga bentuk badannya tercetak jelas. Penjaga ini tak henti-hentinya mengunyah makanan.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Penjaga    : (Membentuk) Mengapa kalian tertawa !</li>
<li>Togog       : Kami sedang bercanda.</li>
<li>Penjaga    : Bercanda tidak boleh lebih dari dua wayang, itu melanggar peraturan.</li>
<li>Gareng     : Kami tidak membahayakan.</li>
<li>Penjaga    : Tapi bisa meresahkan.</li>
<li>Togog       : Oh, begitu ?</li>
<li>Penjaga    : Memang begitu !</li>
<li>Togog       : Kalau begitu Kami minta maaf.</li>
<li>Penjaga    : Tak  perlu   minta  maaf karena  sebentar lagi   kalian  akan</li>
</ol>
<p align="left">                  mendapat hukuman.</p>
<ol>
<li>Togog       : Lho</li>
<li>Penjaga    : Tidak ada Iho !</li>
<li>Petruk      : Sabar Mas, cakep-cakep kok pemarah sih ?</li>
<li>Penjaga    : Siapa yang cakep ?</li>
<li>Petruk      : Tentu anda yang cakep, ganteng, gagah, dan pemberani.</li>
<li>Penjaga    : Diam ! Aku tidak suka dipuji-puji.</li>
<li>Petruk      : Memang kenyataan, kok.</li>
<li>Penjaga    : Nanti aku tinju mulutmu yang bau itu !</li>
<li>Gareng     : Sabar Mas, jangan marah-marah.</li>
<li>Bagong     : Daripada marah-marah, bagaimana kalau kita jajan saja ?</li>
<li>Cakil         : Pokoknya kami yang bayar.</li>
<li>Penjaga    : Nah, ini baru menarik.</li>
<li>Bagong     : Mas penjaga mau apa ? Dunkin donat, hamburger, atau Me. Donald ?</li>
<li>Penjaga    : Me. Gyper saja deh.</li>
<li>Bagong     : Bisa diatur, Mas.</li>
<li>Penjaga    : Bagaimana kalau aku minta mentahnya saja ?</li>
<li>Gareng     : Maksudnya Me. Donald mentah.</li>
<li>Petruk      : Hus ! Maksud Mas Penjaga kan duitnya saja ya ?</li>
<li>Penjaga    : Tepat, ha ha ha ha.</li>
<li>Gareng     : Oh ,begitu. Mengapa tidak dari tadi Mas ?</li>
</ol>
<p align="left">                  (Pada Bagong) Gong ! Cepat kumpulkan dana.</p>
<ol>
<li>Bagong     : Oke bos. (Mengumpulkan uang dari beberapa wayang)</li>
<li>Bagong     : (Menyerahkan uang) Ini bos.</li>
<li>Penjaga    : Terima kasih, terima kasih.</li>
<li>Gareng     : Bagaimana kalau kita akan berjabat tangan ?</li>
<li>Penjaga    : Aku terima, ha ha ha ha . Aku pergi dulu ya, da dah.</li>
</ol>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 6</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Petruk      : Uh, dasar simata duitan !</li>
<li>Gareng     : Begitulah kelakuannya.</li>
<li>Bagong     : Yang penting kita selamat.</li>
<li>Gareng     : Dua penjaga sudah kita atasi, sekarang tinggal satu penjaga lagi.</li>
<li>Petruk      : Kita tidak tahu kelemahannya.</li>
<li>Gareng     : Itu urusan nanti, yang penting sekarang kita mengurus Ki Dalang</li>
<li>Bagong     : Ya, sebelum penjaga tiga datang.</li>
<li>Gareng     : Mari kita laksanakan.</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Perlahan-lahan para wayang mendekati Ki Dalang yang tengah mendengkur, mereka</p>
<p align="left">mengikat kaki Ki Dalang. Dalang terjaga dari tidurnya.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Dalang      : Ada apa sih ?</li>
<li>Gareng     : Kami hanya mengikat kakimu.</li>
<li>Dalang      : Mengapa mengikat kakiku ?</li>
<li>Gareng     : Sebentar lagi kami ikat tanganmu.</li>
<li>Dalang      : Mengapa kalian ikat kaki dan tanganku ?</li>
<li>Petruk      : Diam ! Sebentar lagi aku bekap mulutmu !</li>
<li>Dalang      : Apa salahku ?</li>
<li>Cakil         : Lho, kok tidak merasa ?</li>
<li>Bagong     : Yang jelas kami membencimu.</li>
<li>Dalang      : Mengapa ?</li>
<li>Bagong     : Kami benci peraturan-peraturan kamu !</li>
<li>Togog       : Kami benci harus hidup disiplin !</li>
<li>Cakil         : Kami muak dengan mulut nyinyirmu !</li>
<li>Dalang      : Jangan kalian kurangajar!</li>
<li>Petruk      : Kamu yang ngajar.</li>
<li>Dalang      : Lepaskan aku !</li>
<li>Petruk      : Boleh, kalau mampu</li>
<li>Dalang      : Penjaga !</li>
<li>Gareng     : Penjaga satu sedang berdandan.</li>
<li>Cakil         : Penjaga dua sedang jajan.</li>
<li>Togog       : Penjaga tiga sebentar lagi akan kami lawan.</li>
<li>Dalang      : (Berteriak) Penjaga !</li>
</ol>
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 7</p>
<p align="left">
<p>Penjaga tiga datang, tanpa basa-basi langsung manerjang, wayang-wayang tunggang langgang. Penjaga tiga bertolak pinggang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Gareng     : Datang-datang kok menerjang?</li>
<li>Penjaga    : Buat apa bincang-bincang ?</li>
<li>Gareng     : Setidaknya harus tahu dulu siapa yang benar, siapa yang salah.</li>
<li>Penjaga    : Dalang yang benar, kalian yang salah.</li>
<li>Bagong     : Itu menurut kamu</li>
<li>Penjaga    : Memang menurut aku.</li>
<li>Bagong     : Jangan mau menang sendiri.</li>
<li>Penjaga    : Aku tidak inin kalah sendiri.</li>
<li>Bagong     : Uh, dasar keras kepala !</li>
<li>Penjaga    : Lebih keras lagi tinjunya.</li>
<li>Bagong     : Ah, masa ?</li>
<li>Penjaga    : Mau coba ?</li>
<li>Bagong     : (Ketakutan) Ah, tidak.</li>
<li>Dalang      : (Berteriak) Penjaga ! Hajar mereka !</li>
<li>Penjaga    : segera.</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Penjaga Tiga langsung menyarang, wayang-wayang berusaha menghadapinya. Mula-mula satu persatu, tetapi semua wayang dapat dikalahkan. Akhirnya wayang-wayang mengeroyok Penjaga Tiga, tapi ternyata PenjagaTiga sangat tangguh. Mereka berlarian keluar pentas dikajar Penjaga Tiga, sementara Gareng dan Petruk bersembunyi dibalik kotak wayang.</p>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 8</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Dalang      : Penjaga ! Lepaskan aku !</li>
<li>Gareng     : (Muncul dari tempat persembunyiannya)</li>
</ol>
<p align="left">                  Diam ! Nanti kusumpal mulutmu.</p>
<ol>
<li>Petruk      : Memang harus disumpat, supaya tidak berisik.</li>
</ol>
<p align="left">                (Mereka menyumpal mulut Ki Dalang)</p>
<ol>
<li>Gareng     : Kemana larinya kawan-kawan kita ?</li>
<li>Petruk      : Kearah utara, dikejar penjaga.</li>
<li>Gareng     : Ini diliuar perhitungan, ternyata penjaga yang satu ini sangat kuat dan</li>
</ol>
<p align="left">                  sukar dikalahkan.</p>
<ol>
<li>Petruk      : Sekarang bagairnana rencanamu ?</li>
<li>Gareng     : Kita kalahkan dengan perdamaian.</li>
<li>Petruk      : Usul yang bagus.</li>
<li>Gareng     : Itu dia datang !</li>
</ol>
<p align="left">
<p align="left">Penjaga Tiga datang, langsung memburu Gareng dan Petruk.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Gareng     : Stop ! Tahan dulu</li>
<li>Penjaga    : Apa maumu ?</li>
<li>Gareng     : Bagaimana kalau kita berdamai ?</li>
<li>Penjaga    : Aku lebih suka ramai.</li>
<li>Gareng     : Lebih baik kalau akur.</li>
<li>Penjaga    : Aku suka bertempur.</li>
<li>Petruk      : Apa untungnya sih membela Dalang ?</li>
<li>Penjaga    : Aku tidak mencari untung.</li>
<li>Petruk      : Kenapa mentung?</li>
<li>Gareng     : Daripada bertengkar, bagairnana kalau kita jajan ?</li>
<li>Penjaga    : Tidak akan.</li>
<li>Petruk      : Kalau aku sih mainan ?</li>
<li>Penjaga    : Tidak akan.</li>
<li>Petruk      : Bagaimana kalau kita jalan-jalan ?</li>
<li>Gareng     : Atau barangkali perlu uang.</li>
<li>Penjaga    : Jangan menyuap.</li>
<li>Gareng     : Siapa yang menyuap ?</li>
<li>Penjaga    : Ngawur!</li>
<li>Petruk      : Kalau begitu terserah maumu kami setuju.</li>
<li>Penjaga    : Itu lebih baik.</li>
<li>Petruk      : (Kepada Gareng) Kena juga nih,</li>
<li>Penjaga    : Sinikan tanganmu !</li>
<li>Gareng     : Mau diapakan ?</li>
<li>Penjaga    : Diborgol.</li>
<li>Gareng     : Lho ?</li>
<li>Penjaga    : Cepat, kesinikan tanganmu !</li>
<li>Gareng     : Tidak mau !</li>
<li>Penjaga    : Melawan ?</li>
<li>Gareng     : (Mengeluarkan keris) Apa boleh buat.</li>
<li>Penjaga    : Senjata bekas saja, kok bangga.</li>
<li>Gareng     : Bekas juga masih bagus.</li>
<li>Penjaga    : Sebagus-bagusnya juga bekas.</li>
<li>Gareng     : Senjata ini terawat.</li>
<li>Penjaga    : Tapi sudah berkarat.</li>
<li>Gareng     : Ini bekas Prabu Rahwana dari Alengka !</li>
<li>Penjaga    : Berarti orang Alengka tidak akan takut kepadamu.</li>
<li>Gareng     : (Membentak) Jangan menghina !</li>
<li>Penjaga    : Lho, kok sewot ?</li>
<li>Gareng     : Soalnya kamu menyepelekan senjata pamungkasku.</li>
<li>Penjaga    : Memang senjata loakan.</li>
<li>Gareng     : Supaya kamu tahu, senjata ini sudah memakan tiga korban.</li>
<li>Petruk      : Ayo tusuk, Reng !</li>
<li>Gareng     : Beri aku tempo.</li>
<li>Petruk      : Berapa detik.</li>
<li>Gareng     : Hanya sebentar, aku akan membacakan mantera.</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Gareng membaca mantera, kemudian menusukkan kerisnya ke arah dada di Penjaga. Si penjaga  mengibaskan tangannya sehingga keris itu patah di tengah jalan.</p>
<ol>
<li>Penjaga    : Lho, belum sampai kok patah di tengah jalan ?</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Penjaga menyerang Gareng, Petruk membantu dari belakang, tetapi keduanya hanya jadi bulan-bulanan si Penjaga. Tiba-tiba wayang yang lain berdatangan dan membantu mengeroyok Penjaga, tapi Penjaga sangat tangguh dan sukar dikalahkan.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Gareng     : (Pada Petruk) Kalau begini terus kita akan dikalahkan.</li>
<li>Petruk      : Kita harus mencari jalan keluar.</li>
<li>Gareng     : Bagaimana kalau kita sandera Ki Dalang ?</li>
<li>Petruk      : Usul yang baik.</li>
<li>Gareng     : Mari kita laksanakan !</li>
<li>Petruk      : Ayo !</li>
<li>Gareng     : (Memungut patahan kerisnya, kemudian menghampiri Ki Datang dan</li>
</ol>
<p align="left">                          mengancamnya sengan patahan kerisnya) Semua berhenti !</p>
<ol>
<li>Penjaga    : Apa maumu ?</li>
<li>Gareng     : Berhenti, atau keris ini akan meminta kurban ?</li>
<li>Penjaga    : Tidak bisa ! Aku hanya menuruti perintah Ki Dalang.</li>
<li>Gareng     : (Membuka sumpal mulut Ki Dalang) Hai, suruh penjagamu berhenti,</li>
</ol>
<p align="left">                  kalau tidak lehermu aku tusuk !</p>
<ol>
<li>Dalang      : Penjagaaa&#8230; berhenti !</li>
<li>Gareng     : Katakan apa kelemahan penjagamu ?</li>
<li>Dalang      : Aku tidak mau mengatakannya&#8230;</li>
<li>Gareng     : Kalau begitu kamu binasa !</li>
<li>Dalang      : Ja&#8230; jangan&#8230;.</li>
<li>Gareng     : Cepat katakan !</li>
<li>Dalang      : Ti&#8230; dak&#8230;.</li>
<li>Gareng     : Cepat&#8230; !</li>
<li>Dalang      : Si punggungnya&#8230; aada torn&#8230; bol&#8230;</li>
<li>Gareng     : Di punggungnya ada tombol !</li>
<li>Dalang      : Pijitlah tombol ituu&#8230;</li>
<li>Gareng     : Pijitlah tombol itu !</li>
</ol>
<p align="left">(Wayang-wayang   berebut   memijit  tombol   itu,   tapi   penjaga   kembali memberikan perlawanan) Suruh penjagamu diam !</p>
<ol>
<li>Dalang      : Penjaga&#8230; Diam !</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Penjaga diam. Dengan sigap Petruk memijit tombol yang berada di belakang si Penjaga. Tiba-tiba Penjaga berputar sambil mendesis. Wayang-wayang mundur ketakutan. Penjaga Tiga terus berputar, semakin lama semakin cepat. Tiba-tiba tangannya terlepas, dari kutungan tangannya tampak kabel-kabel terurai. Giliran kepalanya yang lepas, dari kepala terurai kabel dan elemen-elemen lainnya. Wayang-wayang semakin terpukau dan perlahan-lahan Penjaga Tiga ambruk ke lantai.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Cakil         : Lho, kok tidak berdarah ?</li>
<li>Petruk      : Ada kabelnya lagi.</li>
<li>Bagong     : Ternyata robet.</li>
<li>Togog       : Bukan robet, Robot.</li>
<li>Gareng     : Pantas tidak suka jajanan.</li>
<li>Petruk      : Tidak mau mainan.</li>
<li>Gareng     : Tidak suka pujian.</li>
<li>Cakil         : Tidak mata duitan.</li>
<li>Togog       : Tak mempan sogokan.</li>
<li>Gareng     : Ternyata robot lebih baik daripada Dalang dan wayang.</li>
<li>Petruk      : Mana Ki Dalang ?</li>
<li>Togog       : Masih terlentang.</li>
<li>Gareng     : Mari kita selesaikan.</li>
<li>Dalang      : Ja&#8230; ja&#8230; ngan.</li>
<li>Gareng     : Sumpel kembali mulutnya.</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Wayang-wayang menyumpal mulut Ki Dalang, beramai-ramai mereka menjatuhkannya ke dalam peti. Yang lain menggotong Si Penjaga Tiga dan melemparkannya ke dalam peti. Mereka mengunci peti itu dari luar.</p>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 9</p>
<p align="left">
<p>Tiba-tiba  penjaga empat datang, wayang-wayang siap siaga. Penjaga Empat tampak ragu-ragu seperti ketakutan, wayang-wayang menggertaknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Gareng     : Hai Penjaga ! Kamu mau apa ?</li>
<li>Penjaga    : Sa saya mau membereskan.</li>
<li>Gareng     : Apa yang akan kamu bereskan !</li>
<li>Penjaga    : Per&#8230; pertentangan.</li>
<li>Petruk      : Kamu mau ikut-ikutan !</li>
<li>Penjaga    : Bu&#8230; bu&#8230; kan&#8230; be&#8230; begitu&#8230;</li>
<li>Petruk      : Kalu begitu enyahlah kamu !</li>
<li>Penjaga    : Baba&#8230; baik&#8230;</li>
<li>Togog       : Cepat minggat sebelum kami berubah pikiran</li>
<li>Penjaga    : Ba&#8230; bagaimana&#8230;. Dengan Ki Dalang.</li>
<li>Togog       : Minggat !</li>
<li>Penjaga    : (Latah) Minggat!</li>
</ol>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 10</p>
<p align="left">
<p>Penjaga    Empat    pergi, wayang-wayang    menertawakannya.  Penjaga semakin mempercepat jalannya.</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Cakil         : Huh, dasar penjaga sisa !</li>
<li>Bagong     : Digertak saja terkencing-kencing.</li>
<li>Togog       : Jangan-jangan dia semaput.</li>
<li>Gareng     : Mau semaput, mau kentut terserah, yang penting sekarang kita bebas!</li>
<li>Koor         : Hura ! hura ! hura !</li>
<li>Gareng     : Tidak ada yang memerintah, tidak ada yang mengatur, dan&#8230;</li>
<li>Cakil         : Tidak ada yang usil !</li>
<li>Petruk      : Kita harus merayakan kemenangan ini.</li>
<li>Koor         : Setuju !</li>
<li>Bagong     : Kita joget sampai lecet.</li>
<li>Koor         : Setuju !</li>
<li>Togog       : Nyanyi dangdut dampai kentut.</li>
<li>Koor         : Setuju !</li>
<li>Gareng     : Stop ! Aku tidak suka musik dangdut. Kampungan.</li>
<li>Togog       : Terus bagaimana ?</li>
<li>Gareng     : Aku lebih suka musik metal.</li>
<li>Petruk      : Aku tidak suka metal, aku pilih Qastdahan.</li>
<li>Bagong     : Aku pilih keroncongan.</li>
<li>Togog       : Dangdut!</li>
<li>Gareng     : Metal !</li>
<li>Petruk      : Qasidahan !</li>
<li>Bagong     : Keroncongan !</li>
<li>Gareng     : Diam ! Aku yang menentukan.</li>
<li>Petruk      : Hus ! Siapa bilang ?</li>
<li>Gareng     : Kamu membangkang ?</li>
<li>Petruk      : Memang.</li>
<li>Bagong     : Sudah jangan bertengkar.</li>
<li>Gareng     : Kita harus mengangkat pimpinan supaya aman.</li>
<li>Koor         : Nah ini baru kejutan.</li>
<li>Cakil         : Yang berminat jadi pimpinan silahkan mengacungkan tangan !</li>
</ol>
<p align="left">                  (Semua mengacungkan tangan)</p>
<p align="left">                  Iho, mana mungkin kalau semua jadi pimpinan.</p>
<ol>
<li>Koor         : lya juga ya.</li>
<li>Cakil         : Karena akulah satu-satunya yang tidak mengacungkan tangan,</li>
</ol>
<p align="left">                          bagaimana kalau aku saja yang jadi pimpinan ?</p>
<ol>
<li>Koor         : Enak saja.</li>
<li>Gareng     : Tidak bisa ! Akulah yang paling berjasa.</li>
<li>Petruk      : Akulah yang mengalahkan Penjaga Tiga.</li>
<li>Togog       : Tapi aku yang paling tua.</li>
<li>Cakil         : Jangan lupa. Cakitlah yang paling banyak akat dan pinter.</li>
<li>Bagong     : Yang paling kuat dan semanganf siapa ?</li>
</ol>
<p align="left">                          (Wayang-wayang kebingungan).</p>
<ol>
<li>Petruk      : Ada usul nih, bagaimana kalau kita sama-sama saja jadi pemimpin.</li>
<li>Koor         : Boleh juga nih.</li>
<li>Gareng     : Tapi siapa yang akan dipimpinnya ?</li>
<li>Koor         : lya, ya.</li>
<li>Togog       : Kalau jadi pemimpinnya gantian bagaimana ?</li>
<li>Cakil         : Usul yang bagus !</li>
<li>Togog       : Siapa mau jadi pemimpin duluan ?</li>
<li>Koor         : Akuuuuu !</li>
<li>Togog       : Mana mungkin kalau semua mau duluan.</li>
<li>Petruk      : (Pada Togog) Kamu juga mengapa mau duluan ?</li>
<li>Togog       : lya, pening juga nih kepala.</li>
<li>Gareng     : Bagaimana kalau sut-sutan ?</li>
<li>Petruk      : Itu baru cemerlang.</li>
<li>Gareng     : Ayo kita sut !</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Wayang-wayang sut-sutan, sut pertama semuanya memakai telunjuk, sut kedua semuanya memakai jempol, sut ketiga semuanya memakai kelingking.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Petruk      : Stop ! Bosan ah, sama terus.</li>
<li>Togog       : Kalau sama terus kapan selesainya ?</li>
<li>Cakil         : Bagaimana kalau kita atur saja ?</li>
<li>Togog       : Bagaimana mengaturnya ?</li>
<li>Cakil         : Kalian pakai telunjuk semuanya, aku sendiri pakai ibu jari. Nah, kan</li>
</ol>
<p align="left">                          selesai.</p>
<ol>
<li>Togog       : Tidak adil ! Sebaiknya aku pakai kelingking, kalian pakai ibu jari.</li>
<li>Gareng     : Lho, kok ada sut-sutan diatur ?</li>
<li>Cakil         : Daripada sama terus.</li>
<li>Gareng     : iya, yah.</li>
<li>Bagong     : Usulan baru nih !</li>
<li>Koor         : Apa lagi tuh ?</li>
<li>Bagong     : Bagaimana kalau kita berkelahi ?</li>
<li>Cakil         : Aku setuju !</li>
<li>Bagong     : Bagaimana semua setuju ?</li>
<li>Koor         : Setujuuuuuuuu !</li>
<li>Bagong     : Kalau semua setuju, sekarang mari kita mulai. Siapa yang mau mulai?</li>
</ol>
<p align="left">                          (Semua diam)</p>
<p align="left">                          Kalau tidak ada yang mau, bagaimana kalau Cakil melawan Petruk</p>
<p align="left">                          duluan ?</p>
<ol>
<li>Cakil         : Justeru aku mau mengusulkan agar Gareng lawan Togog dulu yang</li>
</ol>
<p align="left">                          mulai.</p>
<ol>
<li>Togog       : Bagusnya bagong lawan Petruk duluan.</li>
</ol>
<p align="left">                          (Semua bingung)</p>
<ol>
<li>Gareng     : Lagi-lagi kita ketemu jalan buntu.</li>
<li>Petruk      : Pilih pimpinan saja kok susah ya ?</li>
</ol>
<p align="left">
<p align="left">Wayang-wayang semakin bingung, suasana semakin murung. Tiba-tiba muncul Semar, wayang-wayang menyambutnya dengan penuh harapan.</p>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 11</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Semar      : Anak-anak ! Mengapa murung ?</li>
<li>Koor         : Sedang bingung.</li>
<li>Semar      : Mengapa gerangan ?</li>
<li>Koor         : Kami sedang memilih pimpinan.</li>
<li>Semar      : Mengapa tidak minta petunjuk Dalang ?</li>
<li>Koor         : Dalangnya Kami sudah amankan.</li>
<li>Sernar      : Itulah kesalahan kalian.</li>
<li>Gareng     : Pak Semar kan baru turun dari pertapaan ?</li>
<li>Semar      : Tepat bin benar.</li>
<li>Gareng     : Kalau begitu kami minta saran.</li>
<li>Semar      : Boleh, asal jangan minta ribuan.</li>
<li>Gareng     : Kami tidak mata duitan.</li>
<li>Semar      : Kalau begitu saran apaan ?</li>
<li>Gareng     : Siapa diantara kami yang pantas menjadi pimpinan.</li>
<li>Semar      : (Setelah meneliti) Semua meragukan.</li>
<li>Petruk      : Kalau terpaksa harus menjatuhkan pilihan ?</li>
<li>Semar      : Semarlah yang pantas menjadi komandan.</li>
<li>Gareng     : Keterlaluan !</li>
<li>Semar      : Memang keterlaluan.</li>
<li>Petruk      : (Marah) Sana ! Gali saja kuburan !</li>
<li>Cakil         : Tua-tua rakus jabatan !</li>
<li>Gareng     : Dasar Semar semir t</li>
<li>Semar      : Eh, dasar Gareng garing !</li>
<li>Gareng     : Dasar Semar semur !</li>
<li>Semar      : Dasar Gareng garang !</li>
</ol>
<p align="left">                          Dasar gareng Garong Dasar Gareng&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="left">                          (Semar pingsan, semua bengong)</p>
<ol>
<li>Gareng     : Lho, kok semaput ?</li>
<li>Petruk      : Tekanan darahnya naik, kali ?</li>
<li>Cakil          : Bikin tambah ruwet saja !</li>
<li>Gareng     : (Pada Togog) Angkat tubuhnya dan lemparkan ke sana !</li>
<li>Togog       : (Pada Cakil) Tubuhnya lemparkan ke sana !</li>
<li>Cakil         : (Pada Petruk) Lemparkan ke sana !</li>
<li>Petruk      : (Pada Gareng) Ke sana !</li>
<li>Bagong     : Kalau saling perintah siapa yang akan mengerjakan ?</li>
<li>Petruk      : Makanya kamu saja.</li>
<li>Bagong     : Akupun tidak sudi.</li>
<li>Cakil         : Kalau begitu kita kerjakan bersama.</li>
<li>Koor         : Setujuuuu !</li>
<li>Cakil         : Gareng angkat kaki, aku angkat tangannya, Pteruk angkat badannya&#8230;</li>
<li>Petruk      : Tidak adil ! Perut Semar buncit, berarti akulah yang paling berat</li>
</ol>
<p align="left">                          kerjanya. Kamu sajalah.</p>
<ol>
<li>Bagong     : Tanganku sedang sakit, tadi diplintir si Penjaga Tiga.</li>
<li>Togog       : Alasan !</li>
<li>Bagong     : Kalau begitu mengapa tidak kamu kerjakan ?</li>
<li>Togog       : Kalian saja yang kerja.</li>
<li>Gareng     : Kalau begini terus kapan selesainya ?</li>
<li>Togog       : Selesaikanlah sendiri.</li>
<li>Gareng     : uh, gawat !</li>
<li>Togog       : Gajah makan kawat.</li>
<li>Gareng     : Feeeeh, dasar antek Rahwana !</li>
<li>Togog       : Daripada budak Arjuna !</li>
<li>Semar      : (Menengahi) Sudah jangan bertengkar!</li>
</ol>
<p align="left">                          (Semar siuman dari pingsannya, tanpa basa-basi &#8220;ngeloyor&#8221; pergi</p>
<p align="left">                          sendiri).</p>
<ol>
<li>Cakil         : Lho, mengapa tidak dari tadi ?</li>
<li>Bagong     : Itu namanya tahu diri.</li>
<li>Koor         : Hidup Semar! Hidup Semar!</li>
<li>Gareng     : Sudah, biarkan Semar pergi. Yang penting sekarang kita harus</li>
</ol>
<p align="left">                          bagaimana ?</p>
<ol>
<li>Petruk      : Bagaimana, ya ?</li>
<li>Cakil         : Saya juga mau bertanya.</li>
<li>Gareng     : Ternyata tanpa Dalang semuanya jadi berantakan.</li>
<li>Sagong     : Soalnya tanpa aturan.</li>
<li>Togog       : Jadinya kita menuruti keinginan sendiri-sendiri.</li>
<li>Gareng     : Ternyata disiplin itu perlu, ya ?</li>
<li>Togog       : Tidak tahu, ah !</li>
<li>Gareng     : Tidak tahu bagaimana ?</li>
<li>Togog       : Ya, tidak tahu saja !</li>
<li>Gareng     : Iho, kok ngotot ?</li>
<li>Cakil         : Sudah ! Mengapa sih bertengkar ?</li>
<li>Bagong     : Inilah perlunya Ki Dalang.</li>
<li>Cakil         : Berarti kita masih memerlukan Ki Dalang?</li>
<li>Petruk      : Benar, kita masih memerlukannya.</li>
<li>Gareng     : Kalau begitu kita harus membebaskannya ?</li>
<li>Petruk      : Tidak ada jalan lain.</li>
<li>Cakil         : Nanti malah kita yang dihukumnya.</li>
<li>Petruk      : Kita terima apa adanya.</li>
</ol>
<p align="left">                          Bagaimana kawan-kawan, setuju ?</p>
<ol>
<li>Koor         : Setujuuuuuu !</li>
<li>Petruk      : Kalau semua setuju, sekarang mari kita buka tutup peti itu.</li>
<li>Cakil         : Malas ah, kamu saja yang mengerjakannya.</li>
<li>Gareng     : Enak saja !</li>
<li>Petruk      : Sudah ! Jangan memulai lagi. Kita kerjakan bersama-sama.</li>
<li>Koor         : Ya, bersama-sama.</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Wayang-wayang membuka tutup peti. Bagong masuk membangunkan Dalang yang masih terikat dan tersumpal mulutnya. Petruk melepaskan sumpal mulut Ki Dalang.</p>
<p align="left">
<p align="left">ADEGAN 12</p>
<p align="left">
<ol>
<li>Dalang      : Aaaadaa apa lagi kaliannnn.</li>
<li>Koor         : Kami minta petunjuk Ki Dalang.</li>
<li>Dalang      : Petunjuk apaan ?</li>
<li>Koor         : Tentang apa yang harus kami lakukan.</li>
<li>Dalang      : Kalau begitu, buka dulu ikatan ini.</li>
</ol>
<p align="left">                          (Wayang-wayang berebut membuka ikatan).</p>
<ol>
<li>Gareng     : Sudah selesai Ki Dalang.</li>
<li>Dalang      : (Keluar dari dalam peti) Sekarang kalian dengarkan.</li>
<li>Koor         : Baik Ki Datang.</li>
<li>Dalang      : Jangan menyela sebelum aku selesai bicara.</li>
<li>Koor         : Baik Ki Dalang.</li>
<li>Dalang      : Dengarkan nasihatku (Dalang menasihati para wayang, tetapi tanpa</li>
</ol>
<p align="left">                          suara. Yang terlihat komat-kamit dan gerak tangan serta badannya,</p>
<p align="left">                          wayang mengangguk-anggukkan kepalanya).</p>
<ol>
<li>Dalang      : Mengerti ?</li>
<li>Koor         : Mengertiiiiiii !</li>
<li>Dalang      : Ada pertanyaan ?</li>
<li>Koor         : Tidaaaaak !</li>
<li>Dalang      : Kalau begitu cepat cuci kaki, gosok gigi, masuk ke dalam peti dan</li>
</ol>
<p align="left">                          tidur.</p>
<ol>
<li>Koor         : Baik, Ki Dalaaaaang !</li>
</ol>
<p align="left">
<p>Wayang-wayang berebut naik dan masuk ke dalam peti, perlahan-Iahan Ki Dalang menutup dan mengunci tutup peti itu. Dalang sendiri naik ke atas peti, membaringkan dirinya dan tertidur pulas. Lampu perlahan padam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dipentaskan di Gedung BPL LKM Bener Purworejo</p>
<p>2006</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.banyakilmu.com/contoh-naskah-drama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 3.589 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-20 14:34:52 -->

